BANYAK orang mengenalnya sebagai raja Paranggelung. Namanya Raden Ekalaya
Ia mempunyai seorang istri yang sangat cantik dan manis bernama Dewi Anggraini, putri bidadari Warsiki.
Ia adalah satria yang mendalami ilmu kaprajuritan dan olah krida dalam perang, terutama adalah memanah.
Ekalaya juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya.
Mustika itulah yang membuat Wkalaya menjadi seorang yang mahir memanah dan berperang.
Suatu hari, ia ingin menjadi murid Begawan Durna. Tapi Durna sudah berjanji tidak akan menerima siswa selain Pandawa dan Kurawa.
Akhirnya, ia membuat patung Durna sebagai motivasi ia berlatih. Dan hasilnya ia mampu melampaui kemahiran Arjuna.
Arjuna tidak terima dan menuduh Durna sebagi guru yang tidak adil.
Durna baru menerima Ekalaya menjadi murid setelah syaratnya terpenuhi. Yaitu, Ekalaya wajib memberi tahu kelemahannya.
Ekalaya memberi tahu semua tentang kelemahannya yaitu di ibu jarinya dimana ada Mustika Ampal.
Kemudian, Durna menyuruh Ekalaya memutus ibu jarinya sebagai tanda bukti diterima sebagai Durna.
Akhirnya ekalaya merelakan ibu jarinya dipotong dan dia meninggal karena kepatuhan seorang murid terhadap guru meskipun kematian adalah jalan akhirnya. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani