Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Karna Tanding (2) - Setara Hyang Wisnu

Ki Damar • Sabtu, 25 Mei 2024 | 02:30 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Karna Tanding (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Karna Tanding (RADAR MADIUN)

SESAAT kemudian, Salya buka suara di hadapan anak menantunya itu.

"Wahai Basukarna anak yang tampan, apakah kamu lupa siapa saya? Apakah kamu menjadi anak yang durhaka? Berani sekali kamu merendahkan ayahmu, mejadikan mertuamu sebagai kusir," ujarnya, dengan nada tinggi.

"Sungguh rugi aku menikahkanmu dengan ankku, kalau saja dulu tidak kau rebut dan kau bawa kabur, tak sudi aku mempunyai menantu seperti kamu!"

Basukarna tersentak.

Ia lalu menyampaikan alasannya.

"Kanjeng rama, bukan saya merendahkan paduka. Justru saya sedang menjunjung tinggi martabat paduka rama prabu," kata Karna.

Salya menggebrak meja sampai minuman prabu Suyudana tumpah.

"Bagaimana nalarmu, menjadi kusir malah menjunjung tinggi martabatku, hah?!"

Basukarna kembali menjelaskan maksudnya.

"Rama prabu, ketahuilah, ketika saya nanti maju perang pastinya adik saya Arjuna juga akan memimpin perang, dan apakah paduka tahu siapa kusir arjuna?," tanya Karna.

Salya sedikit bingung. Ia tak tahu.

"Tak lain adalah Prabu Kresna. Dia adalah titisan Wisnu, maka saya menjajarkan paduka sama dengan Batara Wisnu, rama," jelas Basukarna.

Prabu Salya akhirnya paham. Ia lalu merangkul Basukarna.

"Anakku ngger Basukarna, maafkan bila aku tidak tahu maksud dan tujuanmu. Baiklah aku bersedia menjadi kusirmu tapi dengan syarat kamu tidak boleh menggertak ataupun mengatur diriku," tuturnya.

"Karena dalam hal menjadi kusir kereta, aku yang lebih paham dari pada kamu," imbuh Salya.

Karna lantas merasa senang mendengar persetujuan ayahnya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #cerpen #Pandawa #Kresna #salya #Baratayudha #Lakon #wayang