Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Punakawan Kembar (2) - Berkelana Memupuk Rindu

Ki Damar • Jumat, 7 Juni 2024 | 02:15 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Punakawan Kembar (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Punakawan Kembar (RADAR MADIUN)

SETELAH terjadi kesepakatan, Batari Durga menyuruh empat jin untuk datang.

Ia lalu mengubah Burisrawa dan empat jin itu menjadi Arjuna, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.

Tujuannya untuk membuat Subadra agar mau melayani Burisrawa.

Sedangkan Punakawan sebagai pelengkap saja, agar Burisrawa yang menyamar jadi Arjuna tak dicurigai oleh orang-orang Amarta.

Sebab, Arjuna tak pernah berpisah dengan Punakawan.

Setelah itu, mereka pergi ke Kesatrian Madukara menemui Dewi Subadra.

Di sana, Dewi Subadra baru saja bermain dengan para danyang.

Melihat indahnya Taman Maduganda, Dewi Subadra layaknya teringat sewaktu tinggal di Banoncinawi sebelum menikah.

Bunganya warna-warni. Banyak kupu-kupu yang hinggap dan terbang kesana kemari.

Di saat yang bersamaan, kedua patih Madukara yakni Raden Sucitra dan Raden Surata mengawasi sang dewi.

Tak lama datanglah Arjuna.

"Yayi Subadra jejimating kakang, ora ana wanudya kang sun lela-lela kejaba amung jeneng sira," kata Arjuna.

Subadra malu-malu.

"Tumben sekali kakanda merayu saya, apakah ada sesuatu?," ujarnya.

Arjuna kembali melamcarkan rayuannya.

Semua demi cinta Subadra.

"Begini Yayi Subadra. Sesungguhnya sudah lumayan lama aku meninggalkan Madukara. Dan selama berkelana di hutan, saya sangat rindu padamu. Maukah kamu melayani saya sekarang, yayi?"

Sumbadra merasa curiga karena kebiasaan Arjuna setelah berkelana adalah istirahat dan membersihkan diri.

Namun kali ini, sang suami justru ingin bermesraan dengannya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Punakawan #cerpen #Kresna #Tokoh #arjuna #Lakon #wayang #Bagong #petruk #gareng