DALAM cerita wayang, beberapa tokoh digambarkan bertubuh raksasa dan memiliki karakteristik yang unik.
Salah satunya Prabu Maesasura. Raksasa berkepala kerbau ini merupakan raja di kerajaan Guwa Kiskenda.
Prabu Maesasura mempunyai seorang patih yang bernama Lembusura, raksasa berkepala sapi.
Sebagai seorang raksasa, wajar bila Maesasura sangat sakti.
Ia diketahui juga mempunyai saudara seperguruan bernama Jatasura, seekor harimau berrambut gimbal.
Prabu Maesasura dan Jatasura digambarkan sebagai dua jiwa yang sebenarnya adalah satu.
Artinya, keduanya tidak bisa mati alias abadi apabila hanya satu dari mereka yang tewas.
Suatu ketika, Prabu Maesasura sempat datang ke Kahyangan Kaindran untuk melamar Dewi Tara, putri Sulung Batara Indra dengan Dewi Wiyati.
Prabu Maesasura dan Jatasura mengancam akan menghancurkan Kahyangan Kaindran dengan seluruh bala tentaranya yang sangat kuat apabila lamarannya ditolak.
Batara Indra kemudian meminta bantuan kepada Subali dan Sugriwa, keduanya putra Resi Gotama dengan Dewi Indradi dari pertapaan Grastina atau Erraya.
Subali dan Sugriwa diminta membunuh Prabu Maesasura, Jatasura dan Lembusura.
Prabu Maesasura, dan Jatasura akhirnya dapat dibinasakan oleh Subali yang menantang masuk ke dalam Gowa Kiskenda.
Kepala Maesasura dan Jatasura diadu kumba (saling dibenturkan satu dengan yang lain) hingga mati seketika di saat yang bersamaan.
Sedangkan patih Lembusura dapat dibinasakan oleh Sugriwa. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani