HIDUP pasangan suami istri di Pertapan Jatisarana atau Jatisrana.
Adalah Begawan Risanggeni atau Jamadagni dan Dewi Renuka.
Renuka seorang wanita yang selalu mengumbar hawa nafsu pada setiap ksatria negara Maespati.
Itu karena suaminya telah lanjut usia.
Renuka mencari kepuasan dari berbagai laki-laki.
Risanggeni yang juga seorang resi tahu perilaku istrinya.
Risanggeni selalu menyuruh anaknya membunuh Renuka.
Suatu hari, Renuka kedatangan tamu raja telukan negara maespati yang bernama Prabu Citrarata.
Pria yang suka main wanita.
Citrarata selalu datang meminta Renuka untuk melayani nafsunya.
“Aduh kusuma wangi yayi Dewi Renuka, meskipun dua hari yang lalu kita sudah bertemu, bayanganmu selalu menghantuiku hingga datang ke dalam mimpiku,'' kata Citrarata.
''Setiap hari aku tidak sabar untuk bertemu dengan kamu,’’ imbuh pria hidung belang itu.
‘’Apakah paduka tidak bosan dengan diriku? Bagaimana bila nanti ketahuan dengan orang lain?’’ kata Renuka.
Citrarata tidak peduli dengan orang lain.
Yang dia pikirkan cuma Renuka.
Mata yang indah, kulit bersih, serta bibir manis nan tipis.
Karena Renuka juga merasa puas, dia tidak menolak ajakan Citrarata.
Setelah puas, Citrarata pergi meninggalkan Renuka. (*/den)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan