TOKOH wayang bernama Raden Citrayuda adalah salah seorang di antara seratus keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka.
Ia putra Prabu Drestarasta, raja Astina yang menikah dengan Dewi Gandari.
Dalam Kitab Mahabharata, yakni di bagian Adiparwa, disebutkan nama-nama keseratus Kurawa itu.
Abyasa memberi nama satu per satu bayi yang baru lahir.
Namun dari seratus Kurawa, tidak semua mempunyai kisah dan cerita yang spesifik.
Hanya beberapa tokoh yang kisahnya panjang.
Salah satunya adalah Citrayuda, yang kisahnya penting dalam perjalanan Kurawa.
Citrayuda berwatak lucu, tetapi juga pandai. Ia mahir berbicara dan suka mencela.
Tak hanya itu, Citrayuda juga mahir dalam olah keprajuritan. Terutama dalam memainkan senjata gada dan lembing.
Saat Perang Baratayudha berlangsung, Citrayuda memimpin bala tentara Kurawa mendampingi senapati perang Resi Drona.
Ia maju bersama Citraksa, Surtayu, Citrakundala dan Dirgalasara.
Nahas, ia kemudian tewas dalam peperangan melawan Arya Wratsangka, sang senapati perang Pandawa, putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani