NAMANYA cukup dikenal karena kerap digunakan untuk penamaan tempat/lembaga yang berunsur pendidikan. Ialah Batara Ganesa.
Dalam beberapa cerita wayang, namanya ditulis juga dengan Ganesya, Batara Ganapati, atau Batara Gana.
Ia merupakan dewa pendidikan, sastra, dan penyebar ilmu pengetahuan.
Batara Ganesa merupakan anak dari Batara Guru dari Dewi Umaranti yang tinggal di Kahyangan Glugutinatar.
Batara Ganesa lahir tidak dalam bentuk manusia, melainkan dalam wujud menyerupai gajah, lengkap dengan gading dan belalainya.
Ada alasan kenapa Ganapati berwujud gajah.
Suatu ketika, Batara Guru dan Dewi Umaranti didatangi para dewa.
Di antara mereka yang datang menghadap adalah Batara Endra yang mengendarai Gajah Airawata.
Gajah itu luar biasa besar, sehingga membuat takjub dan kaget Dewi Umaranti yang saat itu sedang mengandung.
Karena ketakjubannya itu, kemudian Dewi Umaranti melahirkan putra serupa gajah.
Bayi Ganesa ternyata juga memiliki kesaktian luar biasa.
Ia dapat mengalahkan raja raksasa Nilarudraka dari kerajaan Glugutinatar yang datang menyerbu kahyangan.
Batara Ganesa juga dikenal dengan sebutan Batara Mahadewa.
Menurut Adiparwa (bagian pertama dari Mahabharata), Ganesa juga berjasa menjadi juru tulis Empu Wyasa yang mengarang kitab Mahabharata. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani