DALAM cerita wayang Jawa, ada tokoh bernama Kapi Jembawan.
Kapi Jembawan salah satu tokoh yang memberikan banyak bantuan pada Ramawijaya sewaktu menyerang Alengka demi membebaskan Dewi Sinta.
Pada awalnya, Kapi Jembawan tidak berwujud kera.
Dia merupakan seorang anak Resi Pulastya.
Kapi Jembawan pergi mencari ilmu dengan menjadi cantrik (siswa) di Pertapaan Grastina, berguru pada Begawan Gotama.
Ketika Begawan Gotama marah pada istrinya, Dewi Indradi, pertapa itu mengusir anak-anaknya.
Sesudah anak-anaknya pergi Gotama menyesal.
Begawan Gotama memerintahkan dua orang cantrik, Jembawan dan Menda, untuk menyusul tiga anaknya, Subali, Sugriwa, dan Dewi Anjani.
Ketiga anak Begawan Gotama sampai ke Telaga Sumala.
Mereka berubah ujud menjadi kera setelah masuk ke dalam telaga demi mencari Cupu Manik Astagina.
Jembawan dan Menda pun ikut terjun ke telaga untuk membantu anak-anak gurunya.
Jembawan dan Menda pun berubah wujud menjadi kera.
Sejak saat itu keduanya disebut Kapi Jembawan dan Kapi Menda.
Kapi Jembawanlah yang membunuh Ditya Wilrupaksa, panglima Alengka yang banyak menimbulkan korban dari pihak prajurit kera.
Wilrupaksa terbang ke angkasa, lalu menjatuhkan diri tepat di barisan kera.
Sehingga, banyak yang mati tertimpa tubuhnya yang besar dan berat. (*/den)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan