TOKOH wayang bernama Dewi Maerah adalah putri Prabu Kurandapati, raja Widarba.
Tanpa sengaja dan tanpa disadari, Dewi Maerah mengalami malapetaka ketika digauli Prabu Gorawangsa, raja raksasa dari Gowabarong.
Saat itu, Prabu Gorawangsa beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu.
Atas perbuatannya itu, ia dihukum dan diusir keluar dari Mandura.
Dewi Maerah, yang saat itu sedang hamil, disaingkan di Bombawirayang dan diserahkan kepada Ditya Suratrmantra, adik Prabu Gorawangsa.
Di tempat pengasingannya, Dewi Maerah melahirkan seorang putra.
Anaknya berwujud setengah raksasa.
Sang anak kemudian diberi nama Kangsa atau Kangsadewa.
Setelah Kangsa dewasa, Dewi Maerah dengan terus terang menceritakan keadaan sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa ia sebenarnya adalah permaisuri Prabu Basudewa, raja negara Mandura.
Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa, tetapi juga putra Prabu Basudewa, sehingga ia berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa.
Dengan dukungan Suratrmantra, Kangsa pergi ke Mandura.
Di sana, ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani