Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

TOKOH WAYANG | Prabu Aji Saka - Raja Pencipta Puisi Hanacaraka

Ki Damar • Kamis, 1 Agustus 2024 | 03:45 WIB
Prabu Aji Saka
Prabu Aji Saka

PRABU Aji Saka memerintah di Medang Kamulan,

Suatu ketika, Aji Saka mengirim utusan pulang ke rumahnya di Bumi Majeti.

Tujuannya untuk mengabarkan kepada abdinya yang setia Dora and Sembodo.

Agar selanjutnya, Dora dan Sembodo mengantarkan pusakanya ke Jawa.

Utusan itu bertemu Dora dan mengabarkan pesan Aji Saka.

Dora lantas mendatangi Sembodo, memberitahukan perintah Aji Saka.

Sembodo menolak memberikan pusaka itu karena ia ingat pesan Aji Saka.

Pesan itu, tidak ada seorangpun kecuali Aji Saka sendiri yang boleh mengambil pusaka itu.

Dora dan Sembodo saling mencurigai bahwa masing-masing pihak ingin mencuri pusaka tersebut.

Akhirnya, keduanya bertarung.

Karena sama-sama digdaya, mereka sama-sama mati.

Aji Saka heran mengapa pusaka belum datang juga.

Maka ia pulang ke Bumi Majeti.

Aji Saka terkejut menemukan mayat kedua abdi setianya.

Dia akhirnya menyadari kesalahpahaman antara Dora dan Sembodo berujung tragedi. 

Untuk mengenang kesetiaan kedua abdinya, maka Aji Saka menciptakan sebuah puisi yang jika dibaca menjadi Aksara Jawa hanacaraka.

Susunan alfabet aksara Jawa menjadi puisi sekaligus pangram sempurna.

Yang diterjemahkan sebagai berikut:

Hana adalah ada, caraka bisa diartikan utusan atau orang kepercayaan, data sawala artinya sedang berselisih, padhajayanya adalah sama-sama jaya atau unggul, maga bathanga diartikan sama-sama menjadi mayat. (*/den)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#cerpen #hanacaraka #Tokoh #jawa #wayang #prabu #aji saka