HUTAN Wanamarta dijadikan hadiah oleh Narpati Destarata kepada Pandawa sebagai pengganti hak atas Astina yang seharusnya menjadi milik mereka.
Meskipun begitu, Kunti dan anak-anaknya tidak pernah mengharapkan ganti rugi tersebut.
Bagi Pandawa dan Kunti, keluarga adalah segalanya.
Harta dan jabatan hanyalah sebuah titipan.
Karena dipaksa, Pandawa menerima pemberian itu sebagai anugerah.
Resi Abiyasa menasihati bahwa kekompakan dan kerukunan Pandawa akan diuji ketika mereka membabat hutan tersebut.
Di situlah mereka akan belajar arti dari perjuangan dan pengorbanan.
Supaya kelak menjadi pemimpin yang adil.
Bima dengan semangat membabat hutan, meskipun banyak godaan dari kalangan jin dan setan.
Pandawa berusaha dengan keyakinan penuh demi terwujudnya impian mereka bersama.
Kunti terus berdoa demi kelancaran dan keselamatan mereka.
Sementara, Puntadewa berusaha berbicara dengan para hewan agar mereka pergi dengan damai.
Arjuna membantu Bima dalam menebas hutan, sementara Nakula dan Sadewa menemani Kunti. Masing-masing memiliki tugasnya sendiri.
"Arjuna, kamu ke arah kanan, aku akan ke arah kiri," kata Bima.
Arjuna mengikuti perintah kakaknya.
Bima masuk terlalu dalam ke hutan hingga bertemu dengan penguasa jin, dan terkena ajian yang membuatnya lemas. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani