SUATU hari, Dewi Anjani melihat ibunya, Dewi Indradi, asyik bermain dengan Cupu Manik Astagina.
Itu adalah sebuah benda ajaib yang bisa memperlihatkan keindahan alam semesta.
Tertarik, Anjani meminta pusaka itu dari ibunya.
Sang ibu memberikannya karena takut Anjani akan melapor pada Resi Gotama, suaminya.
Anjani diminta merahasiakan keberadaan Cupu Manik Astagina.
Sayangnya, ia melanggar perintah itu dengan memamerkannya kepada kedua adiknya.
Akibatnya, terjadi keributan di antara mereka.
Resi Gotama akhirnya menyadari bahwa benda yang diperebutkan anak-anaknya adalah pusaka.
Yaitu Cupu Manik Astagina yang notabene adalah milik Batara Surya.
Akhirnya, ia membuang benda itu yang kemudian berubah menjadi sebuah telaga, yang dikenal sebagai Telaga Sumala.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani