Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Sarpakenaka Gugur (2) - Rasa Kehilangan

Ki Damar • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 02:30 WIB

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Sarpakenaka Gugur (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Sarpakenaka Gugur (AI GENERATED/CHAT GPT)

DALAM benaknya, Sarpakenaka berpikir, “Apa yang harus aku jawab? Jika aku salah, bisa-bisa dalam keadaan genting ini aku dibunuh Kakak Dasamuka. Aku tahu betul dia orang yang tak peduli pada siapa pun, bahkan Kakak Kumbakarna diusir, dan Kakak Gunawan pun ditunduk.”

Setelah beberapa saat berpikir, ia berkata, “Aku maju perang untuk membela suamiku, Kakang. Ada yang salah?”

Dasamuka tertawa.

“Haha, itu baru adikku! Belalah seseorang yang kau cintai, karena aku pun berbuat demikian untuk seseorang yang aku cintai. Ketika manusia berjuang demi yang dicintai, akan muncul kekuatan yang luar biasa.”

“Jadi, artinya kakak akan merestui aku untuk maju ke medan perang melawan Rama Wijaya?” tanya Sarpakenaka penuh harap.

Dasamuka mengangguk.

Sarpakenaka segera bergegas meninggalkan istana, takut kakaknya berubah pikiran.

Saat ia pergi, Togog mendekat.

“Kenapa paduka merestui adik paduka? Bukankah dia adik yang kau sayangi?” tanya Togog.

Dasamuka membisikkan jawaban kepada Togog.

“Mengapa aku harus menghalangi orang yang menguntungkanku? Jika adikku mati, tidak membelaku, melainkan membela suaminya. Kenapa aku harus merasa kehilangan? Jika Rama Wijaya mati, aku akan sangat berterima kasih.”

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dasamuka #Sarpakenaka #Rama #Lakon #wayang