MENURUT Mahabharata, Dretarastra bukanlah anak biologis Wicitrawirya, melainkan anak dari Ambika, salah satu istri Wicitrawirya yang menemui Resi Byasa.
Karena Ambika merasa takut melihat wajah Resi Byasa yang sangat dahsyat saat upacara, ia menutup mata, yang mengakibatkan anak yang dilahirkannya, yaitu Dretarastra, terlahir buta.
Tokoh wayang ini (menurut versi Jogja), terlahir buta.
Tahta kerajaan Hastinapura diberikan kepada adiknya, Pandu.
Namun, setelah Pandu wafat, Dretarastra menggantikannya sebagai raja.
Meskipun ia buta, Dretarastra memerintah dengan bantuan Bisma, Drona, dan Kripa, serta saudara tirinya Widura, yang merupakan anak dari dayang yang dibawa oleh Ambalika.
Saat putra pertama Dretarastra, Duryudana, lahir, Bisma dan Widura menasihatinya untuk membuangnya, karena dianggap sebagai tanda buruk.
Namun, karena rasa cintanya, Dretarastra tetap mengasuh Duryudana sebagai putranya.
Meskipun tanda-tanda buruk tersebut terbukti dengan kelakuan Duryodana yang kemudian menjadi penyebab utama terjadinya perang besar di Kurusetra.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani