Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tokoh Wayang Sarpakenaka Versi Jogja, Raksesi Bengis dan Serakah

Ki Damar • Kamis, 21 November 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Sarpakenaka versi Jogja (RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Sarpakenaka versi Jogja (RADAR MADIUN)

DEWI Sarpakenaka, putri ketiga Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi dari kerajaan Alengka, adalah tokoh wayang dalam epos Ramayana.

Menurut versi Jogja, dia dikenal dengan sifat dan kekuatan yang mematikan.

Bersama dengan saudara kandungnya Dasamuka (Rahwana), Arya Kumbakarna, dan Arya Wibisana, serta saudara tiri dari ibu lain, Prabu Danaraja, Sarpakenaka menonjol sebagai raksesi yang memiliki ciri khas seram dan sakti.

Sarpakenaka tidak hanya terkenal karena wataknya yang congkak, ganas, bengis, dan serakah, tetapi juga karena kemampuannya yang unik.

Ia memiliki kuku yang berbisa seperti ular, yang dianggap sebagai senjata pusakanya.

Dalam salah satu insiden yang mencatatkan namanya dalam cerita, Sarpakenaka mengubah wujudnya menjadi seorang wanita cantik untuk merayu Laksmana di hutan Dandaka, dengan harapan dapat menjadikannya suaminya.

Namun, ketika lamarannya ditolak dan ia tetap memaksakan kehendaknya, Laksmana yang marah akhirnya memangkas hidung dan pipinya, sebuah tindakan yang meninggalkan bekas yang mendalam baik secara fisik maupun emosional.

Ketika Alengka diserbu oleh Prabu Rama dan pasukannya sebagai bagian dari upaya untuk membebaskan Dewi Shinta, Sarpakenaka dengan penuh dendam maju sebagai senapati perang Alengka.

Dalam pertarungan sengit, ia bertempur dengan gigih melawan Laksmana, musuh lamanya.

Pertempuran itu berakhir tragis bagi Sarpakenaka, yang mati terbunuh oleh panah sakti Surawijaya, membawa akhir pada saga penuh dendam dan kekerasan yang telah ia jalani.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Rahwana #Sarpakenaka #Tokoh #wayang