SANG Hyang Wisnu, seorang dewa yang merupakan putra dari Hyang Guru, memiliki peran penting dalam cerita wayang Jogja.
Sifat halusnya menitis dan seringkali ia menjelma menjadi raja-raja serta ksatria-ksatria yang memerintah di muka bumi.
Dikenal juga dengan penjelmaannya sebagai Sri Maharaja Budakresna di Purwacarita, Sang Hyang Wisnu mempengaruhi banyak tokoh penting dalam sejarah.
Orang-orang yang menjadi titisan Hyang Wisnu biasanya memiliki kekuatan luar biasa dan kepekaan tinggi terhadap lingkungan mereka.
Contoh dari mereka yang mendapat titisan ini termasuk Prabu Arjunasasrabau dari Maespati, Sri Rama, dan Prabu Kresna.
Bahkan setelah zaman Purwa, Prabu Jayabaya dari Kediri juga diketahui sebagai salah satu penerima titisan Wisnu.
Kelahiran Dewa Wisnu sendiri merupakan momen yang sangat dramatis.
Kekuatannya yang besar menyebabkan getaran yang kuat di bumi, sampai-sampai Batara Guru sendiri terpelanting oleh dampaknya.
Setelah dewasa, Sang Hyang Wisnu menikahi Dewi Setyabama, putri dari Hyang Pancaresi.
Ia memiliki kemampuan untuk tiwikrama, bertransformasi menjadi raksasa dengan ukuran yang tidak terhingga.
Baca Juga: Tokoh Wayang Batara Indra Versi Jogja, Penguasa Petir dan Guntur
Salah satu senjata terkenal yang dimiliki Hyang Wisnu adalah cakra, senjata sakti yang menjadi bukti otentik bagi mereka yang merupakan titisannya.
Cakra ini bukan hanya simbol kekuatan tetapi juga keadilan yang ditegakkan oleh Hyang Wisnu dan para titisannya.
Sebagai dewa yang membentuk garis keturunan Pendawa dan yang memiliki hubungan besan dengan Hyang Brama, Sang Hyang Wisnu menempati posisi sentral.
Keberadaannya tidak hanya penting dalam aspek kekuasaan dan spiritual tetapi juga sebagai penghubung dunia dewa dengan manusia melalui titisannya yang berkuasa di bumi.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani