SUBALI, yang berwujud kera akibat dari rebutan Cupumanik Astagina, memasuki tahap penebusan dosa dengan menjalankan tapa Ngalong di hutan Sunyapringga.
Dari tapa tersebut, ia memperoleh Aji Pancasona, yang memberinya kemampuan hidup rangkap lima.
Keberhasilannya dalam mengalahkan Prabu Dasamuka dan Prabu Maesasura menambah kejayaan tokoh wayang ini.
Subali sempat terhasut oleh Dasamuka untuk merebut kembali Dewi Tara dan kerajaan Gowa Kiskenda.
Dia akhirnya menghadapi konsekuensi dari kesalahannya sendiri.
Berkat Ramawijaya, Sugriwa memulihkan keadilan dengan mengembalikan Dewi Tara dan kerajaan.
Dalam kisah penuh drama ini, kegigihan dan kesetiaan Subali pada akhirnya diuji.
Ia kehilangan hidup dan kesaktiannya saat dihadapkan dengan panah Gowawijaya.
Kisah Subali berakhir dengan kelahiran Anggada, simbol dari penebusan dosa yang selama hidup dilakukan oleh Subali.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani