Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tokoh Wayang Hyang Ismaya Versi Jogja, Bertikai dengan Saudaranya

Ki Damar • Senin, 9 Desember 2024 | 03:30 WIB

 

Ilustrasi tokoh wayang Hyang Ismaya versi Jogja
Ilustrasi tokoh wayang Hyang Ismaya versi Jogja

MENURUT versi wayang Jogja, Sang Hyang Ismaya merupakan sosok yang penting dan memiliki kisah yang kaya dengan latar belakang keluarga yang kompleks.

Ia juga dibayangi kejadian dramatis yang mempengaruhi hidupnya.

Ia putra kedua dari Sanghyang Tunggal dan Dewi Wirandi atau Rekatawati, yang merupakan putri Prabu Yuyut atau Resi Rekatama dari kerajaan Samodralaya.

Ismaya tumbuh dalam lingkungan yang diwarnai oleh kekuatan supranatural dan dinamika keluarga kerajaan.

Ismaya memiliki dua saudara kandung dari ibu yang sama, yaitu Sanghyang Tejamaya atau Sanghyang Antaga, dan Sanghyang Manikmaya.

Selain itu, ia juga memiliki tiga saudara seayah dari ibu yang berbeda, Dewi Darmani, putri Sanghyang Darmayaka dari Selong.

Mereka yaitu Sanghyang Rudra atau Dewa Esa, Sanghyang Dewanjali, dan Sanghyang Darmastuti.

Kisah Ismaya menjadi semakin menarik ketika suatu ketika ia terlibat dalam perselisihan dengan Sanghyang Tejamaya.

Perselisihan ini dipicu oleh pertikaian tentang siapa yang sebenarnya tertua di antara mereka dan berhak menjadi raja Tribuana.

Pertengkaran ini berakhir dengan transformasi wajah mereka menjadi jelek, simbolisasi dari kerugian yang mereka derita akibat persaingan dan ego.

Baca Juga: Tokoh Wayang Bima Versi Jogja, Kuat Fisik dan Spiritual

Untuk menyelesaikan konflik, Sanghyang Tunggal memberi tahu mereka tentang asal-usul mereka yang unik, bahwa mereka lahir dari telur.

Sanghyang Tejamaya, yang dianggap sebagai yang tertua, tercipta dari kulit telur.

Sanghyang Ismaya tercipta dari putih telur, dan Sanghyang Manikmaya, yang tercipta dari kuning telur.

Hal itu menandakan bahwa setiap bagian dari telur memiliki peranannya masing-masing dalam menciptakan harmoni dan keseimbangan.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#jogja #Tokoh #wayang