TOKOH Batara Tejamaya atau yang juga dikenal sebagai Tejamantri, adalah putra dari Sanghyang Tunggal dan Dewi Wirandi atau Rekatawati.
Dewi Wirandi adalah putri dari Prabu Yuyut atau Resi Rekatama, raja Samodralaya. Tejamaya memiliki dua saudara kandung, yaitu Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Manikmaya.
Sanghyang Tejamaya tinggal di Kahyangan Sataluri, sebuah tempat yang dianggap suci dan penuh dengan ketenangan spiritual.
Ambisi Tejamaya untuk menjadi raja Tribuana menempatkannya dalam konflik dengan Sanghyang Ismaya, yang juga memiliki keinginan yang sama.
Persaingan antara keduanya mencapai puncak ketika mereka memutuskan untuk bertanding kesaktian dengan menelan gunung.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi simbol dari kekuatan fisik tetapi juga dari kemampuan spiritual.
Sanghyang Tejamaya mencoba menelan gunung terlebih dahulu, tetapi usahanya berakhir dengan gagal total.
Bahkan mulutnya sampai robek karena kesulitan melaksanakan tugas yang begitu berat.
Kemudian giliran Sanghyang Ismaya yang mencoba. Meskipun ia berhasil menelan gunung tersebut, ia gagal memuntahkannya kembali.
Kegagalan mereka berdua ini tidak hanya menunjukkan keterbatasan mereka tetapi juga memicu kemarahan Sanghyang Tunggal.
Karena perbuatan mereka yang dianggap mencoreng kehormatan dan aturan kosmik, Sanghyang Tejamaya dan Sanghyang Ismaya dihukum dan harus turun ke Marcapada, atau dunia manusia.
Sanghyang Tejamaya diberi tugas untuk memberi tuntunan kepada para angkara, atau roh-roh yang belum terarah, dan berganti nama menjadi Togog.
Sementara itu, Sanghyang Ismaya diberi tugas sebagai pamong trah atau keturunan Witaradya dan berganti nama menjadi Semar.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani