Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Begawan Wisnungkara Bagian 1, Lokapala di Ambang Kehancuran

Ki Damar • Selasa, 10 Desember 2024 | 02:00 WIB

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Begawan Wisnungkara
Ilustrasi cerpen lakon wayang Begawan Wisnungkara

DI tengah konflik dan kehancuran yang menimpa Lokapala akibat serangan Raja Alengka yang serakah, situasi di kerajaan menjadi semakin genting.

Prajurit-prajurit Lokapala gugur satu per satu, korban dari kebrutalan perang.

Tragedi ini mencapai puncaknya dengan kehilangan Patih Banendra, kepercayaan Prabu Danapati, serta Gohmuka, yang juga telah gugur.

Kehilangan ini meninggalkan luka mendalam pada hati Prabu Danapati, yang semakin terbakar amarah.

Namun, di tengah api kemarahan yang berkobar, Sang Pandita Wisnungkara, pujangga kerajaan, berperan sebagai suara ketenangan dan kebijaksanaan.

Dengan kata-kata yang menyejukkan, ia berusaha meredam api kemarahan raja, mengingatkan bahwa nafsu dan amarah hanya akan membawa kehancuran yang lebih besar.

"Karena nafsu dan amarah selalu lapar bila diumbar," ujar Sang Begawan.

"Lalu apa yang harus aku lakukan, Bapa Panembahan?"

Wisnungkara memberikan saran bijak.

"Paduka Anak Prabu, tenanglah dulu supaya bisa berpikir jernih. Hamba akan keluar menghalangi Dasamuka, bila bisa hamba akan ingatkan Raja Alengka," katanya.

Prabu Danapati ragu dengan saran sang begawan.

"Aduh Bapa Panembahan, Rahwana adalah raja yang penuh amarah dan nafsu, tidak akan mempan bila hanya dinasehati," ungkap raja Lokapala.

"Yang ada hanya akan memicu kemarahannya semakin besar. Aku tahu betul siapa Dasamuka karena dia adikku, tunggal ayah beda ibu denganku," sambungnya.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Alengka #danapati #begawan #Lakon #wayang #lokapala