TOKOH satu ini disegani dalam pewayangan Jawa. Namanya Sumantri. Ia dikenal karena kesetiaannya dan keberanian yang luar biasa.
Ketika dewasa, ia mengabdi kepada Prabu Arjunasasra, juga dikenal sebagai Arjunawijaya, penguasa Maespati.
Kehidupan Sumantri penuh dengan tugas-tugas berat yang menguji kemampuannya.
Salah satu ujian pertamanya adalah tugas melamar Dewi Citrawati, putri dari Kerajaan Magada.
Dewi Citrawati bukan hanya seorang putri biasa.
Ia menjadi incaran raja-raja dari seribu negara karena kecantikan dan kebijaksanaannya.
Sumantri tidak hanya berhasil memenangkan hati Dewi Citrawati tetapi juga berhasil membawanya kembali ke Maespati.
Prestasi itu menunjukkan keberanian dan keahlian diplomasi yang tinggi.
Namun, sebelum menyerahkan Dewi Citrawati kepada Prabu Arjunasasra, Sumantri ingin menguji kemampuan dan kesaktian sang Prabu.
Ia bertekad hanya ingin mengabdi pada raja yang dapat mengungguli kesaktiannya sendiri.
Dalam perang tanding yang sengit, Sumantri akhirnya dapat dikalahkan oleh Prabu Arjunasasra yang memperlihatkan bertiwikrama.
Setelah kekalahan itu, Prabu Arjunasasra memberi Sumantri tugas berat lain: memindahkan Taman Sriwedari dari Kahyangan Untarasegara ke Maespati.
Dengan bantuan adiknya, Sukasrana, Sumantri berhasil memindahkan taman tersebut, tetapi dengan konsekuensi tragis.
Secara tidak sengaja, Sukasrana mati terbunuh oleh senjata Cakra yang dipegang Sumantri.
Atas keberhasilan dan dedikasi Sumantri, Prabu Arjunasasra mengangkatnya menjadi patih Maespati dengan gelar Patih Suwanda.
Sayangnya, kisah hidup Sumantri berakhir secara tragis ketika ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Dasamuka, sang raja Alengka.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani