Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Mbangun Pura Kencana Bagian 3, Sang Begawan Gembung

Ki Damar • Selasa, 24 Desember 2024 | 03:30 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Mbangun Pura Kencana
Ilustrasi cerpen lakon wayang Mbangun Pura Kencana

"BAIKLAH, saya percayakan semuanya pada kalian," ucap Wisanggeni, memberikan amanah kepada Gatutkaca dan yang lain.

"Cepat bertindak jika menemukan sesuatu yang penting!"

Gatutkaca mengangguk, meski belum sepenuhnya mengerti maksud dari Wisanggeni.

Perjalanan mereka berlanjut selama beberapa hari, melewati hutan Jati Rokeh yang lebat.

Di dalam hutan, mereka bertemu seorang pandita yang unik, Begawan Gembung tanpa Sirah, yang saat itu sedang menerima kunjungan dari anak angkatnya, Prabu Nilatatsaka.

Prabu Nilatatsaka juga menginginkan kayu Jati Wulung untuk sarana meminang Dewi Sri dari negara Panjang Gribig.

Namun, sang begawan memberi nasihat.

"Batalkan niatmu itu, anakku. Gadis itu tidak baik untukmu. Dan ketahuilah, Jati Wulung ini ditanam bukan untuk keperluanmu. Jadi, aku tidak akan mengizinkannya!"

Tidak terima dengan penolakan itu, emosi Prabu Nilatatsaka meluap-luap.

"Bagaimana kamu bisa menganggap dirimu sebagai ayah, ketika aku ingin menikah kamu malah tidak mendukung dan membuatku malu?" ujarnya.

"Orang tua macam apa kamu ini? Bukankah seorang pandita seharusnya mengajarkan kasih sayang terhadap sesama?" sambung Nilatatsaka.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Gatutkaca #Wisanggeni #Lakon #wayang