ANTASENA adalah putra bungsu Bimasena (Werkudara) dan Dewi Urangayu, putri Batara Baruna.
Ia dijuluki sebagai ksatria edan tanpa tanding, karena ia mampu mengalahkan para dewa dan musuh-musuhnya dengan mudah.
Bima menikah dengan Urangayu dalam cerita Kali Serayu Binangun, saat Pandawa dan Kurawa berlomba untuk membuat sungai tembus ke samudra.
Bima meninggalkan Urangayu dalam keadaan mengandung ketika ia harus kembali ke negeri Amarta.
Saat Antasena masih dalam kandungan, Kahyangan Suralaya diserbu oleh Prabu Dewa Kintaka dari Kerajaan Guwacinraka, yang berniat merebut dan menikahi Batari Kamaratih.
Meski masih dalam kandungan, Antasena dikeluarkan oleh Sang Hyang Narada dan dibawa ke medan perang.
Berkat perlindungan Sang Hyang Wenang, Antasena mampu mengalahkan Prabu Dewa Kintaka beserta pasukannya.
Setelah itu, Antasena diserahkan kepada Sang Hyang Antaboga untuk dididik menjadi ksatria.
Setelah dewasa, ia berangkat menuju Kerajaan Amarta. Tujuannya ke sana adalah untuk bertemu dengan Bima, sang ayah.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani