SANG Hyang Wenang muncul dan membangun kahyangan baru di Gunung Tengguru.
Setelah memimpin selama bertahun-tahun, Sang Hyang Wenang mewariskan tahta kahyangan kepada putranya, Sang Hyang Tunggal.
Meskipun telah bersatu dengan putranya, Sang Hyang Wenang tetap muncul dalam pementasan wayang di lakon-lakon tertentu.
Setelah bersatu dengan ayahnya, Sang Hyang Tunggal tetap menggunakan nama ayahnya.
Bedanya, ada tambahan julukan sebagai Sang Hyang Podo Wenang.
Sang Hyang Wenang tinggal di Kahyangan Alang-Alang Kumitir.
Kisah hidupnya banyak diangkat dalam pentas pewayangan, salah satunya dalam naskah Serat Paramayoga yang disusun oleh pujangga Ranggawarsita.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani