Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
SANG Batara Narada, juga dikenal sebagai Sanghyang Kanwakaputra atau Sanghyang Kanekaputra, merupakan putra sulung dari empat bersaudara.
Ia bagian dari anak-anak Sanghyang Caturkanaka dan Dewi Laksmi.
Sebagai cucu Sanghyang Wening, adik dari Sanghyang Wenang, Narada memiliki tiga saudara kandung yang bernama Sanghyang Pitanjala, Dewi Tiksnawati, dan Sanghyang Caturwarna.
Dalam pewayangan Jawa, ia sangat dihormati dan disukai karena keramahannya yang luar biasa.
Batara Narada terkenal sangat alim dan pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan.
Sang tokoh kahyangan ini dikenal ceria, jujur, dengan hati yang bening dan pikiran yang cerdas.
Keahliannya dalam bersenda-gurau serta kemampuannya sebagai prajurit dan pandita, telah mengantarkannya mendapatkan julukan Resi.
Berkat kebijaksanaan ini, Narada sering menjadi penasehat Batara Guru dalam mengambil keputusan.
Ia juga menjadi pertimbangan utama Hyang Guru sebelum menetapkan keputusan penting.
Ketika terjadi perbedaan pendapat, Narada dan Batara Guru sering mengacu pada pandangan tokoh yang mereka hormati, yaitu Kyai Semar, kakak dari Batara Guru.
Narada menetap di kahyangan Siddi Udaludal atau Suduk pangudaludal, yang dikenal dalam pedalangan Jawa.
Ia menikah dengan Dewi Wiyodi dan dari perkawinan ini, mereka dikaruniai dua orang putra.
Mereka yakni Dewi Kanekawati, yang kemudian dianugerahkan kepada Resi Seta, putra Prabu Matswapati dari negara Wirata, dan Batara Malangdewa.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani