Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
BIMA, sang putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, adalah satria yang teguh dalam pendirian. Ia juga selalu patuh kepada ibunya, Dewi Kunti.
Suatu hari, Bima pernah menjadi seorang pandita di Sumur Jalatunda dengan nama Begawan Bima Suci.
Saat itu, para santri atau cantriknya adalah putra Pandawa, seperti Gatutkaca, Antareja, Antasena, dan bahkan Anoman yang ingin menuntut ilmu darinya.
Namun, Begawan Bima Suci tidak mengizinkan siapa pun mempelajari ilmu sakral, yaitu ilmu Sangkan Paraning Dumadi, kecuali Arjuna.
Ilmu tersebut berkaitan dengan penciptaan manusia, tujuan hidup, dan arah setelah mati.
Bima merasa ilmu ini sangat berbahaya jika dimiliki oleh Anoman yang berwujud kera.
Akhirnya, Bima Suci memberikan ilmu kasampurnan tersebut kepada Arjuna agar ia dapat menjadi satria yang dewasa dan bijaksana.
Setelah didatangi kakaknya, Puntadewa, dan Kresna, Bima diingatkan bahwa ia hanya boleh menjadi pandita jika telah menyelesaikan kewajibannya sebagai satria.
Ia kembali menjadi satria dan memanfaatkan ilmu kepanditaannya untuk menjaga keadilan dan kebenaran
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani