Mengupas Seluk Beluk Pementasan Wayang oleh Ki Damar*
SELAIN geber atau kelir, ada banyak properti dalam pementasan wayang yang memiliki makna mendalam. Blencong salah satunya.
Berikut penjelasan mengapa blencong begitu penting dalam pertunjukan seni ini.
Blencong: Simbol Matahari, Bulan, dan Cahaya Kehidupan
Blencong adalah alat penerangan yang menjadi sumber cahaya dalam pertunjukan wayang kulit.
Dalam pertunjukan wayang klasik, blencong berupa lampu minyak dengan sumbu kain atau kapas.
Dalang harus menjaga nyala api blencong agar tetap stabil, karena percikan api bisa membahayakan kain kelir atau pakaian dalang.
Dalam perkembangannya, blencong digantikan oleh:
Lampu petromak, yang lebih terang dan praktis.
Lampu bohlam atau listrik, yang sering digunakan dalam pementasan modern.
Lampu halogen, yang digunakan dalam pertunjukan besar di lapangan atau panggung luas.
Baca Juga: Lakon Wayang Pancawala Larung Bagian 1, Bahaya di Hari Bahagia
Makna Filosofis Blencong
Blencong bukan sekadar alat penerangan, tetapi juga melambangkan cahaya kehidupan. Dalam filsafat pewayangan, blencong memiliki beberapa makna:
Matahari, yang memberikan kehidupan dan energi bagi alam semesta.
Bulan dan bintang, yang menerangi kegelapan dan memberikan petunjuk arah bagi mereka yang tersesat.
Ilmu pengetahuan, yang mencerahkan pikiran manusia agar tidak tersesat dalam kebodohan.
Sebagaimana blencong menerangi kelir dalam pertunjukan wayang, ilmu dan kebijaksanaan menerangi kehidupan manusia agar mereka dapat melihat jalan yang benar dalam hidup.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani