Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gara-Gara Siasat Licik Sengkuni, Tokoh Wayang Ini Tewas Mengenaskan di Tangan Bima

Ki Damar • Selasa, 18 Februari 2025 | 20:57 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Gardapati
Ilustrasi tokoh wayang Gardapati

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

PRABU Gardapati adalah putra Prabu Drestarasta, Raja Astina, dengan permaisuri Dewi Gandari.

Meski merupakan salah satu Kurawa, namanya jarang terdengar di medan Perang Baratayudha.

Pasalnya, dalam lakon Pandawa Timbang, ia pernah terpental akibat kekalahan dan akhirnya terdampar di sebuah daerah asing.

Tidak mengetahui jalan kembali ke Astina, Gardapati menetap di sana dan akhirnya menjadi raja di negeri tersebut.

Ketika perang Baratayudha pecah, kabar itu sampai ke telinganya. Menyadari bahwa saudara-saudaranya tengah bertempur, Gardapati memutuskan untuk kembali ke Astina.

Ia ingin membuktikan kesetiaannya kepada Prabu Duryudana, sang kakak.

Selain itu, juga menebus kesalahannya karena selama ini terlalu sibuk mengurusi kerajaannya sendiri tanpa mempersembahkan pengabdian kepada Astina.

Dengan penuh semangat, Gardapati menawarkan diri untuk ikut serta dalam peperangan.

Keinginannya disambut baik oleh Resi Durna.

Adapun Durna saat itu bertindak sebagai senopati perang bersama Prabu Wresaya.

Durna lalu menugaskannya untuk memancing Bima keluar dari medan perang, sebab tanpa kehadiran Bima, kekuatan Pandawa akan melemah.

Namun, misi ini sejatinya adalah hasil siasat Sengkuni.

Sang patih yang licik sebenarnya merasa jengkel karena Gardapati baru datang saat perang berlangsung.

Sebagai hukuman atas ketidakhadirannya di awal, Sengkuni menjadikannya sebagai umpan dalam pertempuran melawan Bima.

Pertarungan Gardapati dan Bima berlangsung sengit selama berhari-hari, bahkan hingga mencapai Samudra Selatan.

Namun, pada akhirnya, Gardapati harus mengakui keunggulan Bima. Ia tewas setelah tubuhnya dihantam Gada Rujakpala.

Kematiannya menjadi bagian dari deretan kehancuran pasukan Kurawa di Baratayudha, menambah panjang daftar raja yang gugur demi kejayaan Astina.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #Baratayudha #Tokoh #wayang #Duryudana