Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
SANG Prabu Baladewa, raja Mandura, adalah kakak dari Prabu Kresna.
Sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar, perannya dalam Perang Baratayudha menjadi perdebatan karena tidak tercatat dalam kitab pakem peperangan ini.
Rupanya, Kresna sengaja menyembunyikan Baladewa demi menjaga keseimbangan perang.
Sejak awal, Baladewa tidak diizinkan terlibat dalam perang besar ini.
Kresna, yang dikenal cerdik, memberi kakaknya sebuah bunga teratai dan mengatakan bahwa Baladewa akan mencapai kesempurnaan hidup jika bunga tersebut mekar.
Oleh karena itu, Baladewa memilih untuk bertapa, menunggu mekarnya bunga tersebut sebagai tanda kesempurnaan.
Namun, waktu terus berlalu, dan bunga itu tak kunjung mekar. Baladewa mulai merasa curiga.
Setelah menyelidiki, ia menemukan bahwa bunga itu telah diikat dengan benang oleh Setyaka, putra Kresna.
Tujuan Kresna jelas, mengalihkan perhatian Baladewa dari Baratayudha agar ia tidak berpihak kepada Kurawa.
Ketika akhirnya Baladewa mengetahui kebenaran, perang sudah hampir usai. Ia tiba di medan perang tepat saat hanya tersisa Duryudana seorang.
Merasa dipermainkan oleh Kresna, Baladewa marah dan ingin memihak Kurawa, beranggapan bahwa Kresna telah berpihak secara tidak adil kepada Pandawa.
Saat menyaksikan duel antara Duryudana dan Bima, Baladewa merasa bahwa Bima telah bertarung curang.
Namun, Kresna segera menyadarkannya dengan menjelaskan bahwa keserakahan dan kezaliman Kurawa-lah yang menjadi akar dari perang ini.
Ia meyakinkan Baladewa bahwa kehancuran Kurawa adalah konsekuensi dari perbuatan mereka sendiri.
Menyadari kebenaran itu, Baladewa akhirnya memilih untuk kembali ke Mandura demi menenangkan hatinya.
Ia menghindari keterlibatan lebih lanjut dalam kehancuran Kurawa, yang pada akhirnya musnah tanpa sisa.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani