Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tinggalkan Pandawa di Perang Baratayudha dan Memilih Moksa, Ini Alasan Sang Putra Werkudara

Ki Damar • Sabtu, 22 Februari 2025 | 23:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Antasena
Ilustrasi tokoh wayang Antasena

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar

RADEN Antasena adalah putra ketiga Raden Bima (Werkudara) yang lahir dari pernikahannya dengan Dewi Urangayu, putri dari Batara Baruna, sang dewa penguasa samudra.

Sebagai cucu Batara Baruna, Antasena memiliki kesaktian luar biasa yang berhubungan dengan air dan kehidupan laut.

Di kepalanya terdapat sepasang sungut yang mengandung racun dahsyat.

Musuh yang terkena sungutnya akan merasakan efek seperti terbakar, tubuhnya membiru layaknya mengalami keracunan hebat, dan akhirnya mati dalam kesakitan.

Sebagai cucu Batara Baruna, Antasena bisa bernapas dan hidup di air seperti layaknya di darat.

Ia dapat bergerak bebas di lautan maupun tanah, bahkan bisa menyelam tanpa batas waktu.

Karena berasal dari keturunan dewa samudra, Antasena tak bisa mati di dalam air. Ia bahkan mampu mengendalikan air dan menggunakan kekuatan samudra sebagai senjatanya.

Selain kesaktiannya, Antasena juga dikenal sebagai satria yang cerdas, cepat berpikir, dan memiliki strategi perang yang unik.

Musuh sering kali kesulitan menghadapinya, karena Antasena selalu menemukan cara untuk mengalahkan mereka dengan trik yang tak terduga.

Kesaktian luar biasa yang dimiliki Antasena membuat para dewa khawatir, sama seperti yang terjadi pada Raden Antareja dan Raden Wisanggeni.

Jika Antasena ikut dalam Baratayudha, kemenangan Pandawa akan terjadi terlalu cepat dan perang akan kehilangan maknanya.

Para dewa akhirnya meminta Batara Baruna untuk membujuk cucunya agar tidak ikut serta dalam perang.

Setelah mendapat penjelasan panjang dari sang kakek, Antasena akhirnya menerima takdirnya dan memilih untuk moksa.

Bersama Raden Wisanggeni, Antasena menghilang dari dunia fana dan kembali ke kahyangan, meninggalkan Pandawa untuk berjuang sendiri dalam perang Baratayudha.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #Antasena #werkudara #Baratayudha #Tokoh #wayang