Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
DEWI Banowati, atau Tanuwati, adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandraka, dengan permaisuri Dewi Setyawati atau Pujawati.
Kecantikannya begitu tersohor hingga Prabu Duryudana, raja Astina, tidak merasa perlu memiliki istri selir.
Namun, di balik kehidupannya sebagai permaisuri Astina, hati Banowati sebenarnya tertambat pada Arjuna, panengah Pandawa.
Karena cintanya yang begitu besar kepada Arjuna, beredar rumor bahwa Banowati menjadi mata-mata Pandawa dengan membocorkan kekuatan Kurawa selama perang Baratayudha.
Namun tuduhan ini tidak pernah terbukti dan lebih banyak dianggap sebagai fitnah dari Sengkuni, yang ingin melepaskan diri dari tanggung jawab atas kekalahan Kurawa.
Setelah perang Baratayudha berakhir, Arjuna memohon kepada kakaknya, Prabu Puntadewa, agar Banowati tidak dibunuh dan hanya dijadikan tawanan perang.
Hal itu dilakukan agar Arjuna tetap bisa bertemu dengan wanita yang dicintainya.
Dalam lakon Aswatama Nglandak, Kartamarma dan Aswatama menyusup ke Astina untuk membalas dendam.
Kartamarma, yang mendengar kabar bahwa banyak Kurawa tewas akibat perbuatan Banowati, memutuskan untuk membunuhnya.
Namun, begitu melihat kecantikan kakak iparnya itu, Kartamarma berubah niat. Sebelum menghabisi nyawanya, ia berusaha menodai mantan permaisuri Astina itu.
Banowati segera mencari cara untuk menyelamatkan diri. Saat Kartamarma lengah, ia berhasil menikam jantung adik iparnya dengan keris.
Kartamarma, yang terluka parah, menarik keris itu dan menusukkannya kembali ke dada Banowati. Keduanya pun tewas bersama dalam peristiwa tragis itu.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani