Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Rama Tundhung Bagian 1, Awal Peristiwa Besar yang Mengguncang Ayodya

Ki Damar • Sabtu, 1 Maret 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi lakon wayang Rama Tundhung
Ilustrasi lakon wayang Rama Tundhung

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

SUATU hari, Prabu Dasarata, yang merasa telah cukup lama memegang tahta Kerajaan Ayodya, berencana menyerahkan tahtanya kepada Rama Bhadra.

Ia yakin bahwa Rama sudah cukup matang dan mampu menjalankan tugas sebagai raja.

Sebab, telah berkali-kali membuktikan keberanian serta kesaktiannya dalam menghadapi berbagai rintangan.

Namun, Prabu Dasarata lupa akan janji lamanya.

Dahulu, ketika hendak mempersunting Dewi Kekayi, ibu dari Barata, ia pernah bersumpah bahwa jika Dewi Kekayi melahirkan seorang putra, maka putranya itulah yang kelak menggantikannya.

Suatu pagi, Prabu Dasarata duduk di Pagelaran Istana, dihadapan para satria, adipati, dan bupati yang berkumpul untuk menghadiri upacara serah terima jabatan raja Ayodya.

Rama akan dinobatkan sebagai raja, sementara Prabu Dasarata akan menjalani hidup sebagai bagawan (pertapa).

Asap kemenyan mengepul tinggi, memenuhi ruangan dengan aroma harum.

Singgasana raja dihiasi dengan keindahan yang luar biasa, mencerminkan kebesaran Ayodya.

Tak lama kemudian, Prabu Dasarata berdiri dan mengumumkan keputusan besarnya di hadapan seluruh hadirin.

Dengan suara mantap, ia menyatakan bahwa sejak saat itu, Raden Ramabadra atau Raden Ramawijaya dinobatkan sebagai Raja Ayodya.

Sedangkan dirinya, mulai hari itu, akan menarik diri dari kehidupan duniawi dan mengabdikan diri sebagai seorang pertapa.

Semua yang hadir menjadi saksi atas pengumuman ini, dan momen bersejarah tersebut menjadi awal dari sebuah peristiwa besar yang akan mengguncang Kerajaan Ayodya.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Rama #Dasarata #Lakon #wayang