Jawa Pos Radar Madiun - Negosiasi dengan Ouw Kong Ek menemui jalan buntu.
Lo Thong, tangan kanan ketua Pulau Neraka, mengusulkan duel untuk menentukan nasib dua pendekar remaja dari Pulau Es itu.
Sin Liong menolak bertarung, tetapi Swat Hong menyambut tantangan itu dengan tangan terbuka.
Swat menguasai Jurus Tujuh Puluh Dua Bintang serta Swat-im Sin-ciang.
Lo Thong memiliki Jurus Bintang Terompet Memasuki Laut.
Ia menguasai ilmu racun, serta ginkang (ilmu meringankan tubuh) yang membuat gerakannya secepat bayangan.
1. Lo Thong Mengawali Serangan
Lo Thong menyerang dengan tipu daya.
Dia berpura-pura menyerang kaki tetapi sebenarnya mengincar pinggang.
Swat Hong membaca gerakan itu dan menangkis, membuat Lo Thong terdesak.
2. Kecepatan Lo Thong Meningkat
Dia Menggunakan jurus Bayangan Kilat yang cepat dan sulit ditebak.
Sesekali juga mengerahkan ilmu racun untuk mengecoh perhatian lawan.
Namun, Swat Hong tetap fokus dan mengandalkan insting bertarungnya.
3. Swat Hong Mengambil Alih Pertarungan
Ia mengeluarkan jurus Tujuh Puluh Dua Bintang dan menyerang bertubi-tubi.
Lo Thong terdesak dan hampir terkena jurus Kak-seng-jip-hai (Bintang Terompet Memasuki Laut).
Swat Hong melancarkan serangan dari udara menyasar ke ubun-ubun lawan.
4. Kuda-Kuda Lo Thong Mulai Goyah
Ia mencoba bertahan dengan sinkang (tenaga dalam).
Akan tetapi kalah kuat.
Darah mulai mengalir dari sudut bibirnya akibat tekanan dari tenaga dalam Swat Hong.
5. Serangan Terakhir dari Kedua Pihak
Dalam upaya terakhir, Lo Thong menerkam Swat Hong.
Ouw Kong Ek melemparnya kembali untuk mengejutkan lawan.
Sin Liong sigap menarik Swat Hong dan menangkis serangan.
Akibatnya, Lo Thong terhuyung dan akhirnya mundur.
Tangan kanan ketua Pulau Neraka itu mengakui kalah.
Meski Swat Hong menang, kebebasan masih jauh dari genggaman.
Akankah Sin Liong dan Swat Hong benar-benar bisa lepas dari Pulau Neraka?
Simak terus ulasan Bu Kek Siansu dalam Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani