Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
RADEN Antareja adalah putra Bima atau Werkudara, salah satu dari lima satria Pandawa, dengan Dewi Nagagini, putri Hyang Anantaboga dan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala.
Ia mewarisi kekuatan luar biasa dari darah keturunan dewa ular, menjadikannya sosok yang tangguh dan digdaya.
Antareja memiliki Ajian Upasanta, anugerah dari Hyang Anantaboga, yang membuat lidahnya sangat sakti—siapa pun yang dijilat telapak kakinya akan menemui ajal.
Tubuhnya berkulit napakawaca, kebal terhadap segala jenis senjata, serta memiliki Cincin Mustikabumi, pemberian sang ibu.
Selama ia menyentuh tanah, nyawanya tidak akan bisa dicabut, dan dengan cincin itu, ia bahkan bisa menghidupkan kembali orang yang mati di luar takdir.
Setelah dewasa, Antareja menjadi raja di Jangkarbumi, bergelar Prabu Nagabaginda.
Saat dalam kondisi terdesak, ia bertiwikrama, berubah menjadi setengah manusia setengah ular, membuat musuh-musuhnya gentar ketakutan.
Namun, menjelang Perang Bharatayudha, Antareja memilih untuk mengorbankan dirinya demi kemenangan Pandawa.
Dengan penuh kesadaran, ia menjilat telapak kakinya sendiri, mengakhiri hidupnya sebagai tawur atau korban agar keluarganya dapat meraih kemenangan dalam pertempuran terbesar di Astina.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani