Jawa Pos Radar Madiun – Setelah kehancuran Pulau Es, Swat Hong dan Sin Liong berlayar ke selatan.
Dampak letusan gunung berapi bawah laut dan badai besar dahsyat sekali.
Peta lautan berubah drastis.
Beberapa pulau lenyap, sementara daratan baru muncul tiba-tiba.
Mereka juga menemukan terumbu karang membatu.
Menandakan bahwa wilayah itu dulunya dasar laut yang terangkat ke permukaan.
Sin Liong khawatir dengan kondisi Pulau Neraka.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 56, Teror Para Pengendali Binatang Berbisa
Ketegangan di Antara Swat Hong dan Sin Liong
Saat Sin Liong mengusulkan mencari ke utara, Swat Hong menyindirnya dengan menuduhnya merindukan Soan Cu, gadis dari Pulau Neraka.
Perdebatan pun terjadi:
1. Swat Hong menuduh Sin Liong memiliki perasaan pada Soan Cu.
2. Sin Liong balik bertanya apakah Swat Hong cemburu.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 57, Bertaruh Nyawa Berjumpa Ketua Pulau Neraka
3. Swat Hong bersikeras ke Pulau Neraka untuk mencari ibunya sekaligus menegur para penghuninya.
4. Sin Liong mensyaratkan agar Swat Hong tetap sabar selama perjalanan.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 58, Sin Liong Terjebak Konspirasi Pulau Neraka
Pulau Neraka Hilang dari Pandangan
Saat tiba di sekitar Pulau Neraka, mereka terkejut melihat pemandangan yang berubah drastis:
1. Gunung-gunung es raksasa tiba-tiba muncul, menghalangi perjalanan mereka.
2. Pulau Neraka lenyap dari pandangan, tertutup oleh bongkahan es raksasa.
3. Mereka terjebak di labirin es dan tak bisa menemukan jalan masuk ke Pulau Neraka.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 59, Swat Hong Mengamuk, Sin Liong Terjebak Konflik!
Swat Hong heran karena sebelumnya tak pernah ada gunung es di wilayah ini.
Sin Liong menduga badai besar telah mengubah keadaan sekitar.
Untuk mencari jalan masuk, Sin Liong memutuskan mendaki salah satu gunung es dengan harapan menemukan petunjuk tentang keberadaan Pulau Neraka.
Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani