Jawa Pos Radar Madiun – Terjebak di lautan es yang membeku, Sin Liong tak bisa melaut karena perahunya dibawa Swat Hong.
Di sisinya, seekor beruang raksasa yang terluka tetap setia menemani.
Tanpa perahu, ia mencari pulau yang masih hijau.
Ia melompat dari satu bongkahan es ke yang lain, bertahan di tengah dingin yang menusuk.
Akhirnya, ia menemukan sebuah pulau kecil dengan tumbuhan.
Di sana, ia merawat beruang hingga sembuh.
Persahabatan unik pun terjalin antara manusia dan hewan ini.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 71, Wasiat Terakhir Raja Pulau Es
1. Perahu Terbalik dan Harapan Baru
Suatu hari, Sin Liong melihat sebuah perahu kosong yang mengambang di laut.
Ia segera meminta beruang untuk membawanya ke daratan.
Perahu itu ternyata salah satu dari armada Pulau Es yang kemungkinan besar ditinggalkan setelah diterjang badai ganas.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 72, Swat Hong Bersumpah Memburu Kwat Lin!
2. Perjalanan Menuju Pulau Neraka
Sin Liong membuat dayung dari cabang pohon dan mulai berlayar mencari Pulau Neraka.
Namun, saat hendak berangkat, beruang hitam yang telah sembuh justru terjun ke laut dan berenang mengejarnya.
Melihat kesetiaan sang beruang, Sin Liong akhirnya mengizinkannya ikut serta dalam perjalanan panjang menuju Pulau Neraka.
3. Petualangan Baru Dimulai
Dari atas gunung es, Sin Liong melihat Pulau Neraka dari kejauhan.
Dengan beruang hitam sebagai sahabat barunya, ia pun bertekad melanjutkan pencarian sumoi-nya.
Petualangan baru menanti, penuh misteri dan tantangan. Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani