Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Soan Cu semakin mengkhawatirkan.
Senjata rahasia bertulang ikan laut beracun yang mengenai dirinya mulai bekerja.
Dalam hitungan detik, cucu Ketua Pulau Neraka pasti lumpuh tak berdaya.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 67, Permaisuri Minggat, Pusaka Pulau Es Lenyap!
Sebelum Koan Sek, si Naga Laut Bermata Satu, melancarkan serangan berikutnya, tiba-tiba terdengar auman menggelegar.
Seekor beruang raksasa muncul, menggetarkan medan pertempuran!
1. Kedatangan Beruang Raksasa yang Menggetarkan
Ketika pertarungan semakin sengit, tiba-tiba terdengar geraman menggelegar.
Para bajak laut terkejut saat melihat seekor beruang raksasa dengan moncong lebar yang mampu mencaplok kepala manusia dalam sekali gigitan!
Kehadirannya langsung mengubah jalannya pertempuran.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 69, Dua Anak Manusia Mencari Makna Cinta
2. Sin Liong Menunggangi Beruang, Soan Cu dalam Bahaya
Sin Liong dengan cekatan merampas pedang Soan Cu yang terluka dan membawanya ke punggung beruang.
Satu tangannya memeluk Soan Cu yang pingsan, sementara tangan lainnya mengayunkan pedang untuk menghadapi serangan bajak laut.
3. Duel Mematikan: Beruang vs Bajak Laut
Coa Liok Gu, salah satu pembantu utama Koan Sek, menyerang dengan pedangnya.
Namun, beruang itu menangkis dengan cakar kuatnya, membuat pedang terpental!
Koan Sek yang marah mencoba menghantam beruang dengan ruyung baja, tetapi serangannya ditangkis Sin Liong, membuat tangannya terasa panas dan perih.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 71, Wasiat Terakhir Raja Pulau Es
4. Teror Baru! Serangan Binatang Berbisa
Saat pertempuran memanas, tiba-tiba suara melengking terdengar, memanggil ular, kelabang, kalajengking, dan lebah berbisa dari segala penjuru!
Binatang-binatang mematikan ini bergerak seolah dikendalikan oleh kekuatan misterius, membuat semua orang ketakutan.
5. Sin Liong dan Soan Cu dalam Situasi Genting
Melihat ancaman ini, Sin Liong segera menurunkan Soan Cu, yang baru saja sadar dari pingsannya.
Soan Cu dengan sigap mengeluarkan obat penolak racun dan menaburkannya di sekitar mereka untuk perlindungan.
6. Misi Terakhir: Menangkap Si Mata Satu!
Soan Cu yang terluka meminta Sin Liong menangkap Koan Sek.
Hanya pimpinan bajak laut yang memiliki obat penawar racun dari senjata gelapnya.
Sementara itu, bajak laut dan penghuni Pulau Neraka terus bertarung tanpa henti, membuat situasi semakin kacau.
Apakah Sin Liong mampu merebut obat penawar racun dari tangan Koan Sek demi menyelamatkan Soan Cu?
Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani