Jawa Pos Radar Madiun - Siangkoan Hui duduk termenung di bawah pohon, hatinya kacau setelah menyadari perasaannya terhadap Sin Liong.
Namun, ada janji lama yang mengikatnya.
Sejak kecil, ia telah dijodohkan dengan Swi Liang, tunangan yang belum pernah ia temui.
Di kejauhan, Han Swat Hong mengawasi dengan tatapan penuh amarah.
Kehadiran Siangkoan Hui saat Sin Liong dihukum membuatnya merasa tersaingi.
Tak bisa lagi menahan emosi, Swat Hong melompat keluar dan menantangnya.
Tanpa basa-basi, Swat Hong menuduh Siangkoan Hui sebagai perempuan tak tahu malu karena menyukai Sin Liong.
Siangkoan Hui membalas dengan nada mengejek.
Ketegangan antara keduanya semakin memuncak hingga duel tak bisa dihindari.
Duel Maut: Pedang vs Sabuk Sutera
Siangkoan Hui bukan gadis sembarangan.
Putri Pendekar Racun Bumi ini menguasai ilmu silat tinggi dan memiliki senjata khas berupa sabuk sutera merah.
Sementara itu, Swat Hong adalah ahli pedang cepat dari Pulau Es.
Pertarungan berlangsung sengit. Pedang Swat Hong melesat dengan presisi.
Sementara sabuk sutera Siangkoan Hui menyerang dengan gesit seperti ular hidup.
1. Duel Dua Pendekar Muda
Siangkoan Hui menguasai teknik silat beracun sejak kecil.
Swat Hong memiliki jurus pedang cepat dan akurat.
Keduanya bertarung dalam kecepatan tinggi tanpa ada yang mau mengalah.
2. Strategi Bertarung yang Berbeda
Swat Hong mengandalkan ketajaman pedangnya untuk menyerang secara agresif.
Siangkoan Hui menggunakan kelenturan sabuk suteranya untuk bertahan dan menyerang balik.
Akhir dari pertarungan keduanya sulit ditebak.
3. Siangkoan Hui Lontarkan Jarum Beracun
Menyadari keunggulan lawan, Siangkoan Hui melontarkan jarum-jarum beracun.
Swat Hong dengan cekatan menangkis serangan dengan pedangnya.
4. Refleks Luar Biasa Swat Hong
Siangkoan Hui meluncurkan dua paku beracun ke arah tenggorokan Swat Hong.
Dengan refleks cepat, Swat Hong menggigit paku sebelum terkena serangan!
Siangkoan Hui terkejut melihat cara lawannya menggagalkan jurusnya.
5. Serangan Balasan Tak Terduga
Swat Hong meniupkan kembali paku beracun ke arah Siangkoan Hui.
Siangkoan Hui menghindar, tetapi semakin terdesak.
Serangan pedang Swat Hong semakin ganas, hingga ujung sabuk sutera Siangkoan Hui mulai robek.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Duel mematikan ini belum berakhir.
Swat Hong dipenuhi cemburu, sementara Siangkoan Hui tak ingin kalah.
Akankah salah satu dari mereka tumbang?
Nantikan kelanjutan kisah Bu Kek Siansu hanya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani