Jawa Pos Radar Madiun – Bu-tong-pai tak sama lagi.
Sejak dipimpin The Kwat Lin, perguruan silat yang dulu menjunjung nilai ksatria kini dikuasai ambisi dan kepentingan untuk menggulingkan tampuk kekuasaan kekaisaran.
The Kwat Lin membawa Bu-tong-pai ke dalam jaringan politik berbahaya.
Menjalin aliansi dengan tokoh-tokoh berpengaruh yang berambisi merebut kekuasaan.
Perubahan Besar di Bu-tong-pai
1. Masuknya Golongan Hitam
Banyak anggota baru dari aliran sesat yang bertindak semena-mena, merusak reputasi perguruan.
2. Intrik di Balik Kepemimpinan
Hubungan dekat The Kwat Lin dan Bu Swi Liang menjadi perbincangan murid-murid dan mengundang ketidakpuasan.
3. Aliansi Politik Berbahaya
The Kwat Lin bekerja sama dengan tokoh-tokoh yang berniat memberontak, menyeret Bu-tong-pai dalam konflik kekuasaan.
4. Perubahan Arah Bu-tong-pai
Perguruan ini tak lagi menjadi benteng keadilan, melainkan alat kepentingan pribadi dan ambisi politik.
5. Masa Depan Suram Perguruan
Peristiwa besar dalam beberapa hari terakhir menandakan perubahan besar yang tak terhindarkan, mengancam kelangsungan perguruan.
6. Bu-tong-pai di Persimpangan Jalan
Bu-tong-pai kini berada di persimpangan jalan.
Di bawah kepemimpinan The Kwat Lin, ambisi dan intrik semakin menguasai.
Apakah Bu-tong-pai akan selamanya jatuh ke dalam kegelapan, atau masih ada harapan untuk kembali ke jalan yang benar?
Nantikan kelanjutan cerita silat Bu Kek Siansu hanya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani