Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 107, Swi Liang Hui Semakin Lupa Daratan, Lupakan Cita-Cita Keluarga

AA Arsyadani • Kamis, 27 Maret 2025 | 22:11 WIB
Saat berburu di hutan, kaisar dan selirnya disergap pengawal yang menyamar.
Saat berburu di hutan, kaisar dan selirnya disergap pengawal yang menyamar.

Jawa Pos Radar Madiun - Swi Liang kini bukan lagi sosok yang sama seperti dulu.

Watak pria gagah, putra Lu-san Lojin ini, berubah drastis setelah berguru kepada The Kwat Lin.

Berkali-kali adiknya, Swi Nio, menasihatinya, tetapi sia-sia.

Swi Liang sudah terjerat tipu daya sang guru.

Kakak beradik ini sama sekali tidak mengetahui fakta yang sebenarnya.

Bahwa pembunuh ayah mereka saat ditawan di markas Pat-jiu Kai-ong (Pengemis Lengan Delapan) adalah The Kwat Lin.

Mantan Ratu Pulau Es itu sengaja memutarbalikkan fakta demi merebut simpati mereka.

Awalnya, Lu-san Lojin turun gunung bersama kedua anaknya untuk mencari calon besan.

Pendekar gagah itu telah mengikat perjodohan dengan Tee-tok Siangkoan Houw (Pendekar Racun Bumi).

Swi Liang direncanakan menikah dengan Siangkoan Hui, putri majikan Puncak Awan Merah.

Lu-san Lojin mendatangi markas Pengemis Bermuka Delapan untuk meminta bantuan mencari keberadaan keluarga calon besannya.

Alih-alih memberikan pertolongan, Pat-jiu Kai-ong justru tergoda oleh kecantikan dan ketampanan putra-putri Lu-san Lojin.

Lu-san Lojin marah tetapi tak berkutik melawan Pat-jiu Kai-ong. 

Pendekar itu dijebloskan ke tahanan, sementara Swi Liang dan Swi Nio dikurung di kamarnya.

Sebelum Pat-jiu Kai-ong sempat melancarkan niat bejatnya, The Kwat Lin menyerang markas itu dan menyelamatkan kakak beradik tersebut.

Tetapi dengan pamrih untuk dijadikan pengikutnya.

Selain Swi Liang dan Swi Nio, tak satu pun yang selamat.

The Kwat Lin membunuh seluruh penghuni markas, termasuk Lu-san Lojin yang masih berada di kamar tahanan.

Lu-san Lojin sengaja dibunuh agar tak menghambat keinginannya untuk menguasai Swi Liang dan Swi Nio.

Kini, Swi Liang semakin jauh dari cita-cita keluarganya.

Terlebih lagi, ia mengemban misi penyamaran untuk menyusup ke dalam istana.

Dengan berdandan sebagai perempuan, hari-harinya banyak dihabiskan di lingkungan tempat tinggal selir Yang Kui Hui.

Kelakuannya semakin liar, terutama saat bergaul dengan para pelayan dan selir istana yang cantik. Swi Liang semakin lupa daratan! (fin)

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo