Jawa Pos Radar Madiun - Setelah pertarungan, Liu Bwee dan Ouw Sian Kok mendapat informasi penting.
Musuh besar Bu-tong-pai, The Kwat Lin, telah merusak perguruan mereka dan berusaha merebut kekuasaan.
Nama The Kwat Lin membuat delapan belas pendekar Bu-tong-pai terkejut.
Mereka berharap bantuan Liu Bwee dan Ouw Sian Kok untuk mengalahkannya di Rawa Bangkai, tempat berbahaya.
1. Perburuan The Kwat Lin dan Penyelamatan Pusaka Pulau Es
Delapan belas pendekar Bu-tong-pai menyambut gembira mengetahui fakta bahwa Liu Bwee dan Ouw Sian Kok adalah musuh The Kwat Lin.
Ternyata mereka memiliki musuh yang sama.
Delapan belas pendekar Bu-tong-pai berharap dua pendekar parobaya ini dapat mengalahkan wanita kejam yang telah mengkudeta perguruan mereka.
2. Dua Pendekar Parobaya Bantu Perjuangan
Ouw Sian Kok dan Liu Bwee setuju untuk membantu delapan belas pendekar menyelidiki Telaga Utara yang menjadi markas pemberontakan An Lu Shan.
Setelah misi itu selesai, barulah mereka bakal diantarkan oleh Bu-tong-pai ke Rawa Bangkai.
Guna melanjutkan perburuannya terhadap The Kwat Lin
3. Ouw Sian Kok dan Liu Bwee Ikut Satroni Telaga Utara
Dalam perjalanan menuju Telaga Utara, Ouw Sian Kok dan Liu Bwee memperoleh banyak keterangan seputar perkembangan situasi di daratan besar.
Seputar gonjang-ganjing pemberontakan yang dipelopori Jenderal An Lu Shan.
Dua pendekar parobaya ini tergerak untuk membantu menghadang pemberontakan.
Terutama Liu Bwee yang latar belakangnya sebagai permaisuri Istana Pulau Es sehingga masih terhitung sebagai keluarga kaisar.
Nantikan kelanjutan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani