Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Aji Pancasonya Bagian 1, Kegelisahan Sang Penguasa Alengka

Ki Damar • Kamis, 10 April 2025 | 20:53 WIB
Ilustrasi lakon wayang Aji Pancasonya
Ilustrasi lakon wayang Aji Pancasonya

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

DASAMUKA duduk dengan perasaan gelisah di singgasana Alengka.

Mahkota yang tegak kini terasa berat dan mendoyong ke belakang, seolah menandakan beban berat yang tengah dipikulnya.

"Kala Marica, sebenarnya aku sangat ingin menaklukkan Lokapala. Namun, bagaimana mungkin aku bisa mengalahkan Kakang Prabu Danapati?" kata Dasamuka.

Marica bingung, mengapa seorang raja seperti Prabu Dasamuka masih khawatir.

Padahal, ia memiliki ajian yang luar biasa. Ketika marah, kepalanya bisa menjadi sepuluh, yang artinya ia mampu menguasai sepuluh penjuru mata angin.

Meliputi selatan, timur, barat, utara, barat daya, barat laut, tenggara, timur laut, atas, dan bawah.

"Apa yang membuat paduka pesimis mengalahkan Prabu Danapati, sinuwun?" tanya Marica.

"Apakah kau tidak tahu bahwa kakakku Danapati memiliki ajian Rawa Rontek? Ajian yang membuatnya tidak bisa mati. Ia selalu bangkit dari kematian," jawab Dasamuka.

"Hahaha, paduka ini ada-ada saja. Masak ada ajian seperti itu?" sahut Marica meremehkan.

"Apa kau bilang aku bohong? Raja Lokapala adalah raja sakti yang selalu bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Lokapala tak tersentuh hingga kini," kata Dasamuka.

Mendengar itu, Marica hanya tertunduk.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#dasamuka #Lakon #wayang