Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
KETIKA mereka tengah membahas ajian Rawa Rontek milik Raja Lokapala, Prahasta (patih Alengka), mencoba menyela.
"Anak Prabu, sebenarnya ada ajian yang bisa menandingi Rawa Rontek itu," ujarnya.
Dasamuka segera turun dari singgasana dan mendekat, "Ajian apa itu, Paman? Beritahu aku!"
"Ajian itu adalah Aji Pancasonya," jawab Prahasta yakin.
Dasamuka menatap tajam ke mata pamannya, "Apa benar ajian itu ada? Jangan-jangan kau hanya ingin menghiburku agar aku senang."
"Oh iya, aku baru ingat! Perkataan Patih Prahasta benar, Sinuwun!" sahut Marica.
"Apa maksudmu?" Dasamuka menekuk leher Marica.
"Maafkan aku, Sinuwun. Aku baru ingat. Aji Pancasonya sama hebatnya dengan Rawa Rontek. Pemiliknya bisa bangkit kembali seperti bangun dari tidur."
"Hahaha! Aku senang mendengar ini. Di mana aku bisa mendapatkannya? Siapa pemiliknya?"
"Menurut penelitian kerajaan, ajian itu kini dimiliki seekor kera bernama Resi Subali," jawab Marica. Dasamuka melotot seketika.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani