Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Lesmana Mandrakumara Wurung Bagian 1, Bekal Sejati yang Dimaksud Sengkuni

Ki Damar • Sabtu, 26 April 2025 | 00:15 WIB
Ilustrasi lakon wayang Lesmana Mandrakumara Wurung
Ilustrasi lakon wayang Lesmana Mandrakumara Wurung

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

DATANGLAH seorang satria dari Saroja Binangun, bernama Raden Lesmana Mandrakumara, putra Prabu Duryudana.

Meskipun ia tampak seperti orang dungu, namun sejatinya ia adalah putra mahkota Astina, yang digadang menjadi penerus tahta ayahandanya.

Karena Prabu Duryudana mulai khawatir dengan perkembangan sang anak, ia pun memanggilnya ke istana.

Semua punggawa yang hadir heran, kenapa hari ini Sinuwun Prabu mengundang anaknya menghadap secara resmi.

“Anakku Lesmana, apakah kau sudah menyiapkan bekal untuk suatu hari nanti menggantikan ayahmu menjadi Raja Astina?” tanya Prabu Duryudana.

Lesmana tertawa lepas, seolah tidak paham maksud pertanyaan itu.

“Haha, tentu saja aku sudah siap, Rama Prabu. Bekalku hanya dua: pertama, aku adalah putra mahkota; dan kedua, ayahku adalah raja yang ditakuti semua orang. Jadi siapa pun tidak akan berani mengusik keputusan Rama Prabu. Dan dalam diriku telah bersemayam kekuatan berapi-api untuk menyejahterakan keluarga Kurawa!” serunya.

Patih Sengkuni, sang kakek, memberi nasihat kepada cucunya itu.

“Begini, ngger, cucuku yang bagus dan tampan. Yang dimaksud ‘bekal’ itu bukan garis keturunan atau kekuasaan ayahmu. Semua orang sudah tahu soal itu. Bekal sejati adalah pengetahuan, baik kanuragan maupun ilmu pemerintahan.”

Lesmana mengerutkan dahi, berpikir keras. “Oh... jadi itu maksudnya? Hehe, maafkan aku, aku tidak tahu...”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#lesmana #Lakon #wayang #Sengkuni #Duryudana