Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
SANG Werkudara memanfaatkan momen itu. Ia menjambak rambut Dursasana dan menguncinya dengan kaki.
Tubuh Dursasana diputar seperti buaya memutar mangsanya.
“Aduh sakit, Werkudara! Ampun! Aku minta maaf!” teriak Dursasana.
Pucat pasi wajahnya. “Adikku Werkudara, lepaskan aku! Berikan sedikit belas kasih. Aku mengaku kalah, ampuni aku!”
“Tutup mulutmu yang kotor! Ingat tingkah lakumu ketika kau berjaya! Kau membuat jengkel saudara Pandawa. Kau mempermalukan kakak iparku, Drupadi, ketika menang judi dadu. Sumpah itu harus kutepati!” seru Bima penuh amarah.
Akhir hidup Dursasana pun datang. “Rasakan ini!” Bima memotong kedua tangan Dursasana.
“Aduh sakit, Bima! Ampuni aku!” teriaknya.
“Itu tangan yang kau gunakan menyentuh Drupadi!” Bima menghantam lagi.
(*/naz)
Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani