Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
SANG Baladewa dan Kresna menuju sungai itu. Hanya Bima dari pihak Pandawa yang ikut. Mereka memanggil Duryudana agar keluar dan menunaikan tugas sebagai satria.
“Waktunya perang dimulai, Yayi Prabu Duryudana. Jika kau tak keluar, berarti Pandawa menang,” teriak Kresna.
“Duryudana! Kau dulu sombong dengan kekuasaanmu. Sekarang, saat kejatuhan tiba, kau sembunyi seperti maling!” teriak Bima.
Baladewa menyuruh mereka mundur.
“Yayi Prabu, aku kakakmu Baladewa. Sudah lama aku ingin bertemu. Kurawa telah habis, hanya kau tersisa. Marilah bertemu denganku.”
Duryudana mendengar suara Baladewa dari dalam air. Ia muncul dan berlari memeluk kakaknya.
“Kakanda Prabu, akhirnya kau datang! Bantulah aku. Kurawa sudah tumpas. Tinggal aku,” ujar Duryudana.
“Tenang. Kita bicarakan baik-baik. Mari kita selesaikan perang ini dengan adil: tanding satu lawan satu. Engkau lawan Bima. Siapa menang, ialah pemenang perang,” kata Baladewa.
Kresna mengangguk setuju. “Bima, bersiaplah. Jangan sia-siakan semua pengorbanan ini,” pesan Kresna.
(*/naz)
Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani