Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
DEWI Subadra, yang juga dikenal sebagai Rara Ireng atau Dewi Bratajaya, adalah putri Prabu Basudewa dan Dewi Badrahini.
Karena sangat menyayangi ketiga anaknya—yaitu Subadra, Kakasrana, dan Narayana—Prabu Basudewa memutuskan untuk menyembunyikan mereka di daerah pedesaan Widarakandang.
Keputusan ini diambil karena adanya kekhawatiran bahwa Kangsa Dewa akan memburu mereka jika tetap tinggal di keraton Mandura.
Tak disangka, Kangsa juga menaruh hati kepada Bratajaya. Namun cintanya ditolak oleh Rara Ireng.
Baca Juga: Dianggap sebagai Pahlawan untuk Negerinya, Tokoh Wayang Ini Dianugerahi Gelar Prabu Mahindrataya
Suatu hari, datanglah panengah Pandawa, Raden Permadi atau Arjuna, melamar Subadra.
Arjuna memang telah lama memendam cinta kepada Subadra sejak masa gadis. Perasaan itu ternyata berbalas, sebab Subadra pun mencintai Permadi.
Meski berkulit agak gelap, Rara Ireng sangat manis dan cantik, membuat Arjuna terpikat oleh pesona senyum sang Dewi Bratajaya.
Namun, pernikahan dengan Subadra tidak semudah perkawinan pada umumnya.
Baca Juga: Lakon Wayang Dewi Murdaningsih Part 1, Inikah Arjuna yang Menginspirasi Banyak Puisi Cinta?
Ia mengajukan syarat srah-srahan yang tidak biasa: seekor kebo ndanu sungu bungalan pancal panggung sebanyak 114 ekor, gamelan kahyangan yang ditabuh para dewa, kereta emas yang ditarik empat harimau, dan pengiring temanten kakung berupa raja dari seribu negara.
Bahkan, cucuk lampah-nya harus seekor kera putih yang bisa berbicara.
Perias pengantin pria haruslah seorang dewa tampan tanpa cacat, dan untuk pengantin wanita, seorang bidadari yang sangat cantik.
Mendengar syarat-syarat tersebut, Arjuna sempat pesimis. Namun berkat keteguhan hati serta kekompakan Pandawa, mereka berhasil memenuhi semua permintaan Subadra. Pada akhirnya, Subadra menerima pinangan Arjuna dan mereka pun menikah.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani