Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
DEWI Supraba adalah bidadari yang amat cantik, tinggal di kahyangan Karang Kaindran. Setiap hari, ia melayani berbagai keperluan para dewa. Kecantikannya tiada tanding: kulitnya putih bersih bercahaya, sikapnya lembut, dan penampilannya anggun memikat.
Suatu ketika, Prabu Niwatakawaca, raja dari Imaimantaka, menyerang kahyangan untuk melamar dan menikahi Dewi Supraba.
Namun Supraba menolak lamarannya, dan penolakan itu membuat Niwatakawaca mengamuk. Raja raksasa itu memang tergila-gila pada Supraba karena keelokan paras sang bidadari.
Para dewa tak kuasa melawan Niwatakawaca, bahkan tak satu pun mampu mengalahkannya.
Dalam kondisi genting itu, para dewa menunjuk Begawan Ciptaning (nama Arjuna ketika bertapa di Gunung Indrakila) untuk menghadapi ancaman tersebut.
Arjuna telah lulus dari berbagai ujian.
Mulai dari godaan para bidadari, ujian dari Begawan Upadya (yang ternyata adalah Batara Indra), hingga ujian dari Batara Guru yang menyamar sebagai Raden Kiratarupa.
Setelah berhasil melalui semua ujian itu, Arjuna atau Ciptaning dipercaya untuk mengalahkan Niwatakawaca.
Dengan bantuan Dewi Supraba, Arjuna mengetahui rahasia kelemahan sang raja raksasa, yakni ajian Gineng Sukaweda, sebuah cahaya kecil seukuran biji merica yang tersembunyi di dalam tenggorokannya.
Saat Niwatakawaca tertawa lebar karena digoda Supraba, Arjuna segera membidikkan panahnya. Begitu cahaya itu tampak, panah Pasupati dilepaskan tepat sasaran. Niwatakawaca menjerit kesakitan luar biasa, lalu tewas seketika.
Sebagai balas jasa karena telah menyelamatkan kahyangan Suralaya, Arjuna dinikahkan dengan Dewi Supraba.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani