Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
DALAM Perang Baratayudha, momen kematian Jayadrata menjadi salah satu titik krusial yang menentukan jalannya peperangan.
Sumpah Arjuna untuk membunuh Jayadrata sebelum matahari terbenam memicu rangkaian peristiwa dramatis yang melibatkan strategi licik Sri Kresna.
Setelah kehilangan putranya, Abimanyu, Arjuna bersumpah keras akan memburu dan membunuh Jayadrata, sang pembunuh, sebelum matahari tenggelam.
Jika gagal, Arjuna berjanji akan melakukan bunuh diri dengan menceburkan diri ke api.
Sumpah ini membuat Duryudana senang dan menginstruksikan Jayadrata untuk bersembunyi selama matahari masih terbit.
Kresna Panik dan Melancarkan Strategi Cakrabaskara
Mendengar sumpah Arjuna, Kresna sangat khawatir dan marah, takut jika Arjuna mati, maka dirinya sebagai titisan Wisnu dianggap gagal.
Dengan cepat, Kresna membawa Arjuna ke Pancaka Api dan menggunakan kekuatan cakrabaskara untuk menutupi matahari, menciptakan ilusi bahwa hari sudah mulai petang.
Raja Sindu, alias Jayadrata, yang bersembunyi, tak menyadari siasat Kresna.
Ia nekat menyusup ke medan perang, namun dengan kebatinan kuat, Kresna menggunakan ajian penggandan untuk melacak Jayadrata. Informasi ini segera disampaikan kepada Arjuna.
Panah Pasupati dan Kematian Jayadrata
Dengan ketepatan luar biasa, Arjuna menembakkan panah pasupati yang memutus leher Jayadrata di tengah medan pertempuran.
Semua prajurit terkejut karena hari masih terang, matahari masih di atas kepala, namun Jayadrata sudah tewas.
Duryudana marah dengan siasat licik Kresna, tapi bagi Kresna, segala cara harus ditempuh demi kemenangan Pandawa.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani