Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
DURNA, guru perang sekaligus pandita sokalima, adalah sosok yang sangat ditakuti dalam Perang Baratayudha.
Keahliannya dalam seni perang dan siasat cakrabiuha membuatnya mampu menjatuhkan banyak lawan, termasuk Raja Pancala Prabu Drupada.
Namun, kematiannya menjadi momen penting yang menandai kemenangan Pandawa.
Baca Juga: Tak Buru-Buru Pamer Kesaktian, Inilah 7 Bukti Kresna Pejuang Sejati Hak Pandawa
Kabar Kematian Aswatama yang Membingungkan Durna
Suatu ketika, Durna dibuat bingung oleh kabar simpang siur tentang kematian anaknya, Aswatama.
Ia berlari mencari kejelasan ke pihak Pandawa, namun Arjuna, Bima, dan Kresna tetap bersikukuh bahwa anaknya benar-benar tewas di Tegalkuru. Durna sulit mempercayai pernyataan tersebut.
Untuk memastikan kebenaran, Durna memutuskan menemui Raja Amarta, Puntadewa (Yudistira), yang terkenal akan kejujurannya yang luar biasa sampai memiliki darah putih sebagai lambang kesucian.
Namun, sebelum Durna bertemu Puntadewa, Sri Kresna lebih dulu menghadap dan membujuk Puntadewa agar berbohong demi kemenangan Pandawa.
Perang Batin Puntadewa antara Dosa dan Kemenangan
Puntadewa mengalami dilema berat: di satu sisi ia tidak ingin Pandawa kalah dan kejahatan Kurawa menang, tapi di sisi lain ia takut kehilangan kesucian dan berdosa karena berbohong.
Kresna meyakinkan bahwa kesalahan dan dosa adalah bagian dari kehidupan manusia dan berbohong demi tujuan mulia bisa diterima.
Akhirnya, Puntadewa setuju berbohong pada Durna. Kebohongan ini membuat Durna gemetar dan goyah hatinya.
Momen ini membuka jalan bagi Trustajumena untuk membunuh Durna, yang menjadi titik balik kemenangan Pandawa dalam perang Baratayudha.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani